Tuesday, July 15, 2014

SAAT INI


saat sunyi itu indah
kita boleh berfikir
kita boleh berdoa
kita boleh menikmati

saat rindu itu indah
kita boleh mengenang
kita boleh merasa
kita boleh berdoa

saat ramadhan itu indah
kita boleh puasa
kita boleh mengaji
kita boleh berdoa

saat susah itu indah
kita betul-betul berdoa
kita betul-betul berfikir
kita betul-betul dekat...

saat ini itu indah
kita masih hidup
kita masih boleh berdoa
kita masih boleh bertaubat...

Sunday, July 13, 2014

MENCARI YANG HALAL

seketika aku termenung jauh
seolah hati aku di kunci
jiwa aku tepu
kepala otak tak mampu fikir

bagaimana aku nanti
setelah semuanya berakhir
apakah aku mampu lagi tersenyum
mengenang semuanya

apakah telah diampunkan
nape aku terus dibelenggu
oleh masa silamku
yang buat aku resah

ya allah
izinkan aku berdoa
dari ufuk hati paling dalam
yang penuh dengan keresahan ini

ya allah ampuni aku
mungkin kerana aku memilih yang haram
ya allah bantu aku untuk memilih yang halal
agar aku dekat padaMu

jiwa aku di rantai
nafasku di tenggorokan
kerdipan mata tiada bermaya
langkah ku longlai

mampukah aku terus berjalan
tanpa petunjukMu
tanpa ampunanMu
tanpa kasih sayangMu

bantu aku untuk mencari yang halal
dari yang aku cari pagi dan petang
dari yang aku masuk kedalam mulut
dari yang aku akan buat mahar perkahwinanku

semoga aku tenang
tenang dalam keberkatan
dalam keredhoanMu
sentiasa dalam inayahMu...

Monday, July 7, 2014

RASA SYUKUR

selamat malam..
dingin sekali malam ini...
tersenyum sendiri mengenang diri...
apa yang aku ada kini...

memang tak punya apa...
itu ayat orang tak bersyukur rupanya...
tadi baru kusadari
aku punya macam-macam

aku ada ibu
aku ada ayah
aku ada adik beradik
aku ada kalian semua

sudahkah aku bersyukur....
atau aku menghilangkan rasa syukur...
memang jahil betul diri ini
mengenang diri pada saat ini...

sepertinya ada yang tidak kene
tapi aku harus terus belajar
untuk menyadarkan diri aku sendiri...
untuk memberi erti pada kehidupan aku sendiri....

Tuesday, July 1, 2014

UTUSAN


di dada ini
terbuku satu rasa
entah bila akan berenti
hanya Engkau yang mengerti

saat aku kata
saat itu sudah dekat
makin kuat pula aku di coba
makin sukar untuk berhenti

melihat jauh kehadapan
membuat diri aku kerdil
seperti tiada nilai
hanya seperti sampah

tapi kini aku percaya
yang menjaga
yang memilihara
hanya Engkau...

kerna Engkau punguasanya...